Dampak Konflik Timur Tengah pada Kebijakan BBM Indonesia

Di tengah situasi ketegangan di Timur Tengah, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia memastikan bahwa harga BBM subsidi seperti Pertalite tetap stabil meskipun harga minyak dunia naik. Kebijakan ini diambil untuk melindungi masyarakat dari fluktuasi harga minyak global “Kalau harga BBM yang subsidi, yang bensin Pertalite, itu mau (harga minyak dunia) naik berapa pun, tetap harganya sama sebelum ada perubahan dari pemerintah,” ujar Bahlil saat konferensi pers di Jakarta.

Sementara itu, untuk BBM nonsubsidi seperti Pertamax, penyesuaian harga akan dilakukan karena pengaruh dari harga minyak mentah dunia. Bahlil mengungkapkan bahwa harga minyak telah menembus angka 78-80 dolar AS per barel, lebih tinggi dari target APBN 2026 yang sebesar 70 dolar AS per barel.

Peningkatan harga minyak dunia memperberat beban APBN terkait subsidi energi, namun juga memberikan tambahan pendapatan melalui produksi minyak dalam negeri. “Karena Indonesia kan berkontribusi kurang lebih sekitar 600 ribu barel per hari. Nah, selisih ini yang sedang kami hitung,” ucap Bahlil. Pemerintah akan mengelola subsidi energi dengan cermat demi menjaga stabilitas ekonomi, dan hingga kini belum ada rencana menaikkan harga BBM subsidi “Sampai dengan kami rapat tadi, belum ada (kenaikan harga BBM subsidi), jadi aman-aman saja. Hari raya yang baik, puasa yang baik, insya Allah belum ada kenaikan harga BBM,” kata Bahlil.